LAPORAN
KEUANGAN AKUNTANSI PEMERINTAH
UU No 1/2004 pasal 51 tentang perbendaharaan negara. Digunakan utk menyusun laporan keuangan
pemerintah pusat/daerah.
Menurut
Peraturan Menteri Keuangan RI No 59/PMK.06.2005, Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Pemerintah Pusat ( SAPP ), terdiri dari :
1.
Sistem Akuntansi Pusat ( SAP ) yg ada
di pusat ( Direktorat Jenderal Perebndaharaan )
2.
Sistem Akuntansi Instansi ( SAI ) yg
dikerjakan di setiap Kementerian Negara / Lembaga.
Sistem Akuntansi Pusat ( SAP ) terdiri dari :
a
Sistem Akuntansi Kas Umum ( SAKUN ), menghasilkan
Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat
b
Sistem Akuntansi Umum ( SAU ), menghasilkan
Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca Pemerintah Pusat.
Setiap Kementerian Negara/Lembaga wajib menyelenggarakan Sistem Akuntansi
Instansi(SAI) utk menghsilkan laporan keuangan berupa Laporan Realisasi
Anggaran ( LRA ) dan Neraca Kementerian
Negara/Lemabaga yg bersangkutan.
MANNFAAT LAPORAN KEUANGAN :
Kebutuhan Atas Lapoaran Keuangan
Kebutuhan Atas Lapoaran Keuangan
- Informasi keuangan merupakan suatu kebutuhan bagi para pengguna (stakeholders);
- Laporan keuangan disajikan kepada stakeholder untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan sosial, politik, dan ekonomi sehingga keputusan yang diambil lebih berkualitas dan tepat sasaran;
- Laporan keuangan merupakan cermin untuk melihat kondisi keuangan republik tercinta ini;
- Neraca merupakan cermin utama untuk melihat apa yang ada di republik, terutama menyangkut hal-hal yang salah urus atau hal-hal yang tidak diurus maupun yang belum diurus
- Era keterbukaan, teknologi informasi & komunikasi sedemikian maju, masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan berbagai informasi dengan biaya relatif murah.
- Setiap rupiah uang publik harus dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat yang telah memberikan uangnya untuk membiayai pembangunan dan operasional pemerintahan;
- Dalam hal pengelolaan uang publik, masyarakat semakin cerdas menuntut adanya transparansi.
- Transparansi pengelolaan keuangan pemerintah merupakan tuntutan publik yang harus direspon secara positif.
Laporan Keuangan Untuk Akuntabilitas
- Laporan keuangan merupakan gambaran adanya akuntabilitas dari para pemangku kekuasaan.
- Akuntabilitas adalah “amanah” berarti pemangku kekuasaan adalah mereka yang terpercaya dan bertanggung jawab dalam mengelola sumberdaya publik yang diberikan kepadanya;
- Tidak adanya laporan keuangan menunjukkan lemahnya akuntabilitas;
- Lemahnya akuntabilitas megindikasikan lemahnya sistem, selanjutnya berimbas pada membudayanya korupsi sistematik;
Memberiakan Informasi
- menentukan dan memprediksi kondisi kesehatan keuangan pemerintah terkait dengan likuiditas dan solvabilitasnya;
- menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi pemerintah dan perubahan-perubahan yang telah dan akan terjadi;
- memonitor kinerja, kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan, kontrak yang telah disepakati, dan ketentuan lain yang disyaratkan;
- perencanaan dan penganggaran;
Mengevaluasi
Kinerja Manajerial dan Organisasional :
- menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya, dan dengan kinerja unit yang lain;
- mengevaluasi tingkat ekonomi, efisiensi, dan efektivitas operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di dalam pemerintahan;
- mengevaluasi hasil (outcome) suatu program, aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target;
- mengevalauasi tingkat pemerataan dan keadilan (equtiy & equality)
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN :
Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik dengan menyediakan informasi mengenai:
- kecukupan penerimaan selama periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran,
- kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundangan,
- jumlah sumberdaya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah dicapai,
- bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya,
- posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman.
- perubahan posisi keuangan entitas pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.
STRUKTUR PEMERINTAHAN
Struktur pemerintahan
diperlukan untuk melindungi dan melayani kebutuhan warga negaranya.Di sektor
pemerintah, struktur pemerintahan biasanya dilakukan dengan pemisahan fungsi
oleh eksekutif, legislatif, yudikatif. Kesuksesan pemerintahan tidak ditentukan dari jumlah laba yang maksimal, tetap diukur dari mutu pelayanan dan efisiensi penggunaan
dana.
RUANG
LINGKUP AKUNTANSI PEMERINTAH
• Berkaitan dengan anggaran negara
• Dilaksanakan oleh unit – unit pemerintah
(eksekutif) dan lembaga legislatif dan yudikatif
• Akuntansi pemerintah mencatat dan melaporkan transaksi
kegiatan anggaran yaitu rencana penrimaan dan pengeluaran dalam satu tahun
• Anggaran Pendapatan dan Balanja Negara ( APBN ) adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan negara yg disetujui oleh DPR
• Anggaran Pendapatan dan Balanja Daerah ( APBD ) adalah rencana keuangan tahunan
pemerintah daerah yg disetujui DPRD
• Anggaran negara meliputi :
1. rencana pengeluaran/belanja
2. rencana penerimaan/pembiayaan belanja
3. mencakup jangka waktu tertentu
CIRI
CIRI AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Menurut Revrisond Baswir (2000), karakteristik akuntansi pemerintahan
adalah sebagai berikut:
a. tidak terdapat pencatatan laba-rugi karena tujuan utama lembaga pemerintah
bukanlah mencari laba.
b. tidak perlu dilakukan pencatatan pemilikan pribadi karena lembaga pemerintah
adalah milik seluruh rakyat, dan kepemilikan itu tidak dituliskan dalam sebuah
surat bukti kepemilikan.
c. bentuk akuntansi pemerintahan berbeda antara suatu negara dengan negara
yang lain tergantung dari bentuk negara yang bersangkutan.
d. penyelenggaraan akuntansi pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari mekanisme
pengurusan keuangan dan sistem anggaran tiap negara karena fungsi akuntansi
pemerintahan adalah untuk menyediakan informasi tentang realisasi pelaksanaan
anggaran suatu negara.
Sedangkan menurut Muhammad
Gade (2002),
karakteristik akuntansi
pemerintahan adalah sebagai berikut:
a. menggunakan istilah dana (fund) sehingga akuntansi pemerintahan sering juga
disebut sebagai akuntansi dana. Pengertian “dana” di sini adalah satuan
akuntansi dan fiskal (fiscal and accounting entity) dengan seperangkat buku
besar yang mencatat kas, sumber-sumber
keuangan selain kas, kewajiban-
kewajiban, sisa atau saldo modal beserta perubahan-perubahannya yang
dipisahkan untuk melaksanakan kegiatan khusus atau mencapai kegiatan
tertentu.
b. tidak ada model atau disain tunggal untuk akuntansi pemerintahan karena sangat
dipengaruhi oleh peraturan dan hukum yang berlaku dalam negara tersebut.
Akuntansi pemerintahan diselenggaran untuk :
- Pemerintah Pusat dan Kementerian Negara/Lembaga
- Pemerintahan Daerah ( Provinsi, Kabupaten,dan Walikota )
Tujuannya adalah
- Pertanggungjawaban dan pengelolaan keuangan negara ( APBN ) bagi pemerintah pusat
- Pertanggungjawaban dan pengelolaan keuangan daerah ( APBD ) untuk pemerintah daerah
KERAANGKA UMUM SAP
Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP) memasuki babak baru. Melalui PP 71 Tahun 2010
(Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2005) SAP kini didasarkan
pada basis akrual. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan terdiri dari tiga lampiran utama, yaitu :
Lampiran
I : Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual
Lampiran
II : Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Kas Menuju Akrual
Lampiran
III : Proses Penyusunan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis Akrual
SAP tahun 2010 ini mulai efektif
untuk untuk laporan keuangan atas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran mulai
Tahun Anggaran 2010. Tapi dimungkinan untuk melakukan transisi selama 4 tahun
kedepan, masa transisi ini bisa menggunakan SAP Berbasis Kas Menuju Akrual.
Ketentuan
lebih lanjut mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara bertahap pada
Pemerintah Pusat akan diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan, sedangkan
ketentuan lebih lanjut mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara bertahap
pada Pemerintah Daerah akan diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.
Sumber
Standart Akuntansi Pemerintahan :
Berdasarkan lampiran I
Peraturan Pemerintah (PP), bahwa dlm menyusun SAP, Komite
Standart Akuntansi Pemerintah (KSAP) menggunakan materi
atau referensi yg dikeluarkan oleh
1. International Federation of Accountants (IFAC)
2. International Accounting Standart Committee (IASC)
3. International Monetary Fund (IMF)
4. Ikatan Akuntan Indonesia
5. FASB
6. Govermental Accounting Standart Board (GASB)
7. Pemerintah Indonesia, berupa peraturan – peraturan di
bidang keuangan negara
8.
Organisasi profesi lainnya dari berbagai negara yg membidangi pelaporan
keuangan, akuntansi, audit pemerintahan
Prinsip
Dasar akuntansi Pemerintahan :
Freeman dan Shoulders
menyatakan bahwa 13 prinsip dasar GASB dapat dibagi menjadi 7 golongan sbb :
1. prinsip akuntansi yang diterima secara umum
2. akuntansi dana
3. aktiva modal dan kewajiban jangka panjang
4. fokus pengukuran dan basis akuntansi
5. penganggaran, pengendalian anggaran dan pelaporan
anggaran
6. klasifikasi dan terminologi
7. pelaporan keuangan
REF
I was very pleased to find this web-site.I wanted to
ReplyDeletethanks for your time for this wonderful read!! I definitely
enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff
you blog post.